John Nash: 9 Tahun di Rumah Sakit Jiwa, Lalu Raih Nobel


John Nash
John Nash, matematikawan pengidap skizofrenia. (Foto: Wikimedia Commons)
Sakit jiwa bukan halangan untuk berkarya dan berprestasi. Sejarah mencatat, tak sedikit tokoh dunia yang menorehkan karya-karya fenomenal meski mereka pernah gila.
kumparan mengumpulkan nama-nama tokoh pengidap penyakit jiwa yang memiliki karya dan prestasi memukau serta diakui internasional. Kisah hidup mereka bahkan diabadikan ke dalam buku, film, pertunjukan teater, dan lagu.
Mereka menjadi idola banyak orang karena dianggap menginspirasi. Siapa saja mereka?
Salah satunya: John Forbes Nash, Jr.

John Nash
John Nash, kisah hidupnya diabadikan. (Foto: Wikimedia Commons)
John Nash adalah matematikawan Amerika serikat yang lahir 13 Juni 1928. Ia mengabdikan dirinya sebagai peneliti senior di Universitas Princeton dan berhasil merumuskan sejumlah karya fenomenal di bidang matematika dan ekonomi.
Karya-karyanya di bidang teori permainan, geometri diferensial, dan persamaan diferensial telah membuka jalan bagi para ilmuwan lain untuk mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi peluang dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Karya-karya John Nash digunakan luas di bidang ekonomi. Pada tahun 1994, ia dianugerahi Penghargaan Nobel di bidang ekonomi.
Selain Nobel, John Nash juga meraih John von Neumann Theory Prize pada 1978 dan Abel Prize pada 2015.

John Nash
John Nash, peraih Nobel tahun 1994. (Foto: Wikimedia Commons)
Di masa muda, John Nash ialah penderita gangguan mental. Ia dirawat di Rumah Sakit Jiwa McLean, Massachusetts, pada April hingga Mei 1958. Saat itu ia didiagnosis mengidap skizofrenia paranoid.
Skizofrenia paranoid ialah gangguan jiwa akibat kelainan pada otak, yang menyebabkan kesalahan persepsi pada pancaindra dan memunculkan antara lain delusi (pikiran khayal) dan halusinasi (merasakan sesuatu yang tak nyata).

Penderita gangguan kejiwaan
Penderita gangguan kejiwaan (ilustrasi). (Foto: Thinkstock)
Hidup tak mudah bagi John Nash muda. Pada 1961, penyakit jiwanya kambuh dan ia kembali dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Kali ini di Trenton di New Jersey.
Nash menghabiskan waktu di di rumah sakit jiwa itu 9 tahun lebih. Ia mengonsumsi obat antipsikotik dan menjalani insulin shock therapy.
Kisah perjuangan Nash yang terus tekun berkarya meski bergelut dengan penyakit jiwanya, diangkat ke dalam buku oleh Sylvia Nasar, profesor jurnalistik di Universitas Columbia.
Buku biografi berjudul A Beautiful Mind itu diterbitkan pada 1998. Pada tahun yang sama, buku itu memenangkan National Book Critics Circle Award, Amerika, dan menjadi nominasi Putlizer Prize untuk kategori buku biografi.
Pada 2001, sutradara AS Ron Howard mengadaptasi cerita dalam buku tersebut ke dalam film berjudul serupa: A Beautiful Mind. Film ini sukses menjaring banyak penonton dan meraih 4 piala Oscar serta sejumlah penghargaan lainnya.

Cover Film A Beautiful Mind
Cover Film A Beautiful Mind. (Foto: abeautifulmind.com)
Penampilan Jennifer Connely dalam film A Beautiful Mind membuatnya dianugerahi sebagai aktris terbaik di ajang Oscar. Adapun Russel Crowe, lawan main Jennifer Connely dalam A Beuatiful Mind, juga turut menjadi nominasi aktor terbaik di ajang Oscar.
Dalam film A Beautiful Mind, Russel Crowe dan Jennifer Connely dianggap sangat sukses memerankan diri mereka sebagai John Nash dan istrinya, Alicia Lopez-Harrison de Larde. Kisah percintaan mereka dan kesetian Alicia mendampingi John Nash saat sakit, tampak sangat mengharukan.
Dalam kehidupan nyata, John Nash dan Alicia memang dikenal sebagai pasangan yang langgeng. Meski sempat berpisah, mereka rujuk dan terus bersama hingga tua.
Ajal bahkan tak memisahkan mereka. Nash dan Alicia meninggal bersama dalam kecelakaan taksi yang mereka tumpangi pada 23 Mei 2015.

John dan Alicia Nash.
John dan Alicia Nash. (Foto: NAMI Mercer)

Dr. Grigory Perelman, Matematikawan Genius Menjalani Hidup dengan Kesederhanaan

Hasil gambar untuk Dr Grigory Perelman

Ilmuwan atau orang-orang cerdas memang kerap bertingkah nyentrik. Itu pula yang dilakukan seorang ahli matematika Rusia, Dr Grigory Perelman (44 tahun).

Matematikawan yang disebut-sebut sebagai orang tercerdas di dunia itu, sekarang ini memilih untuk hidup sangat sederhana seorang diri di apartemennya yang lusuh di St Petersburg. Dia bisa saja mendapatkan uang miliaran rupiah dengan cara mudah. Tapi, itu tidak dilakukannya. Bahkan, dia menolak hadiah senilai 1 juta dolar AS atas temuannya karena merasa tak berhak menerimanya.

Parelman dianugerahi hadiah 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 9 miliar pada bulan Maret lalu oleh lembaga asal Amerika Serikat, Clay Mathematics Institute, karena memecahkan Konjektur Poincare, yang sudah satu abad memusingkan matematikawan. Dia mengirim solusinya melalui internet. Namun, dia mengatakan kepada lembaga yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS itu, bahwa ia menolak hadiah tersebut.

Hasil gambar untuk Dr Grigory Perelman

Alasan Perelman, seperti dikutip oleh Interfax, ia menilai kontribusinya dalam membuktikan dugaan Poincare tidak lebih hebat daripada ahli matematika Amerika Serikat, Richard Hamilton, yang pertama kali mengusulkan program untuk solusi tersebut. Konjektur Poincare berkaitan dengan bentuk-bentuk yang ada di empat dimensi atau lebih. Setelah hadiah itu diumumkan pada bulan Maret, ia berkata, ''Aku sudah memiliki semua yang ku inginkan.''

Tetangganya, Vera Petrovna, berkata, ''Saya pernah ke apartemennya dan tercengang. Dia hanya memiliki satu meja, bangku, dan tempat tidur dengan kasur kotor yang ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya -pecandu alkohol yang menjual flat kepadanya. Kami berusaha untuk menyingkirkan kecoa di blok kami, tapi serangga-serangga itu bersarang di apartemennya.''

Pada 2003, Perelman berhenti dari Institut Matematika Steklov di St Petersburg, tempanya bekerja. Teman-teman kerjanya mengatakan, bahwa dia sama sekali mengundurkan diri dari matematika karena subjek itu terlalu menyakitkan untuk dibicarakan.

Sebelumnya, pada 2002, Perelman, mulai mem-posting karya ilmiahnya untuk memecahkan konjektur Poincare, salah satu dari tujuh teka-teki matematika yang masing-masing pemecahannya berhadiah 1 juta dolar AS dari Institut Clay. Berbagai tes yang ketat membuktikan bahwa dia benar.
Teka-teki matematika itu pada dasarnya menyatakan bahwa setiap ruang tiga dimensi tanpa lubang di dalamnya adalah setara dengan sebuah wilayah yang membentang. Teka-teki itu sudah lebih dari 100 tahun menyimpan rapat-rapat jawabannya hingga Perelman memecahkanya. Teori itu dapat membantu menentukan bentuk alam semesta. 

Empat tahun lalu, jenius matematika itu juga tak muncul untuk menerima penghargaan bergengsi Fields Medal dari Uni Matematika Internasional karena memecahkan Konjektur Poincare. Pada waktu itu ia mengatakan, ''Aku tidak tertarik pada uang atau ketenaran. Aku tidak ingin dipamerkan seperti hewan di kebun binatang.  Aku bukan pahlawan matematika. Aku juga tidak terlalu berhasil, itu sebabnya aku tidak ingin semua orang menatapku.''


Ini 6 Soal Matematika dengan Hadiah Rp 83,3 Miliar

Hasil gambar untuk soal matematika yang belum terpecahkan]

Ada 7 soal matematika yang sangat sulit dan disayembarakan dengan nilai masing-masing soal sebesar USD 1 juta. Baru 1 dari 7 soal itu yang terpecahkan. Berarti, masih ada USD 6 juta tersisa. Tertarik?

Adalah The Clay Mathematics Institute (CMI) yang menggelar sayembara bernilai total lebih dari Rp 97 miliar itu (kurs Bank Mega 22 Desember 2015. USD 1 = Rp 13.882,00). CMI adalah lembaga privat yang berdedikasi untuk menyebarluaskan dan meningkatkan pengetahuan matematika dunia.

Ada 7 soal yang disayembarakan oleh CMI. Masing-masing soal berhadiah USD 1 juta atau Rp 13,8 miliar lebih. Selama 15 tahun sayembara itu digelar, baru satu soal yang berhasil diselesaikan, yaitu soal Konjektur Poincare. Pemecahnya adalah Matematikawan Rusia Grigori Perelman.

Grigori mempublikasikan jawaban atas Konjektur Poincare pada 2002. Tapi baru empat tahun kemudian, setelah dipelototi jago-jago matematika, solusi Grigori diakui kebenarannya. Apa reaksi Grigori setelah dirinya dinyatakan memenangkan sayembara? Di luar logika umum, Grigori menolak hadiah serta ketenaran yang menantinya dan memilih menyepi di sudut Rusia.

"Aku tak tertarik pada uang dan ketenaran.... Aku juga tak suka dipamerkan seperti hewan di kebun binatang," kata Grigori seperti dikutip BBC.

Bagaimana dengan soal-soal lain yang belum terpecahkan? Masih menunggu jenius lain untuk memecahkannya. Berikut 7 soal bernilai puluhan miliar itu:

1. Konjektur Hodge
2. Hipotesis Riemann
3. Konjektur Poincare (dipecahkan Grigori Perelman)
4. Konjektur Birch-Swinnerton Dyer
5. Masalah P vs NP
6. Pembuktian Teori Matematis Yang-Mills and Mass Gap
7. Persamaan Navier-Stokes


Keterangan : 

1. Dalam matematika, konjektur hodge adalah masalah utama yang belum terpecahkan dalam bidang geometri aljabar. 

2. Dalam matematika, hipotesis riemann merupakan dugaan tentang lokasi dari angka nol yang menyatakan bahwa semua nol 
non-trivial memiliki bagian nyata 1/2.

3. konjektur poincare, masalah tiga badan topologi relativitas istimewa 

4. konjektur Brich - swinnerton Dyer, masalah pada kurva elliptik (elliptic curve). 

5. masalah P vs NP, masalah terbagi dua yaitu masalah P dan masalah NP.
-masalah P adalah masalah dimana terdapat metode untuk mendapatkan solusinya.
-masalah NP adalah masalah yang solusinya didapat dengan cara coba-coba. 

6. Dalam fisika, teori yang-Mills klasik adalah generalisasi dari teori elektromagnetisme maxwell dimana medan elektromagnetik khorum itu sendiri membawa dugaan.

7. Persamaan Naviel Stokes.
persamaan - persamaan ini menyatakan bahwa perubahan dalam momentum (percepatan) partikel-partikel fluida bergantung hanya kepada gaya viskos internal (mirip dengan gaya friksi) dan gaya viskos tekanan eksternal yang bekerja pada fuida. 

Sumber : 

Top 10 Ahli Matematika Terhebat Sepanjang Masa

Sering disebut bahasa alam semesta, matematika adalah fundamental bagi pemahaman kita tentang dunia sehingga sangat penting dalam masyarakat modern seperti kita. Di mana-mana anda melihat perhitungan matematika telah membuat dampak bagi kehidupan, mulai dari keran di dapur anda sampai ke satelit yang menyambung ke televisi anda di rumah. Dengan demikian, tidak diragukan lagi bahwa ilmuwan matematika besar memiliki tempat tersendiri namanya dalam sejarah. Daftar ini berisi dokumentasi beberapa orang seperti itu. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar menarik dan penemuan mereka sangat mencengangkan – sampai-sampai terlalu banyak untuk disertakan di sini.
10. Pythagoras dari Samos
ahli matematika
Ahli matematika dari Yunani, Pythagoras, dianggap sebagai salah satu ilmuwan matematika besar pertama. Hidup sekitar 570-495 SM, di masa Yunani modern, yang dicatat oleh Aristoteles sebagai salah satu dari kelompok pertama yang mempelajari secara aktif matematika di tingkat lanjut. Ia juga sering dikreditkan dengan Teori Pythagoras dalam trigonometri. Namun, beberapa sumber meragukan bahwa dia yang menemukan teori tersebut (Beberapa diatributkan pada murid-muridnya, atau Baudhayana, yang hidup sekitar 300 tahun sebelumnya di India). Terlepas dari perdebatan tersebut, efek dari teori itu, layaknya seperti sebagian besar matematika dasar, secara umum terasa sampai hari ini, dimana teori tersebut memainkan peranan besar dalam pengukuran modern dan peralatan teknologi serta menjadi dasar sebagian besar pengembangan teori-teori lain dalam matematika. Tapi, bukan seperti kebanyakan teori kuno, karena teori ini memainkan bantalan pada pengembangan geometri serta membuka pintu untuk mempelajari matematika lebih lanjut sebagai ilmu yang sangat bermanfaat. Dengan demikian, Ia bisa disebut bapak pendiri matematika modern.
9. Andrew Wiles
ahli matematika
Ahli matematika yang masih hidup dalam daftar ini, Andrew Wiles, yang terkenal dengan Teori Terakhir Fermat : Bahwa tidak ada bilangan bulat positif, a, b dan c dapat memuaskan persamaan a ^ n + b ^ n = c ^ n Untuk n lebih besar dari 2 (Jika n = 2 itu adalah Formula Pythagoras). Meskipun kontribusinya tidak untuk matematika yang sudah ada selama ini, mungkin, namun dia ‘menemukan’ sebagian besar matematika baru dalam pembuktian teori tersebut. Selain itu, dedikasinya sering dikagumi oleh sebagian besar orang, karena ia secara harfiah menutup diri selama 7 tahun untuk merumuskan solusi. Ketika ditemukan bahwa solusinya memiliki kesalahan, ia kembali ke kesendiriannya selama setahun sebelum solusi itu diterima. Untuk memasukkannya ke dalam perspektif bagaimana penemuan matematika barunya, anda bisa menghitung jumlah ilmuwan matematika di dunia, yang pada satu sisi dapat memahami dan memvalidasi buktinya. Meskipun demikian, efek tersebut kemungkinan hanya akan terasa meningkat seiring berjalannya waktu (dan semakin banyak orang yang bisa memahaminya).
8. Isaac Newton and Wilhelm Leibniz
ahli matematika
Kami menempatkan keduanya bersama-sama karena mereka berdua sering diberi kredit menjadi ‘penemu’ dari kalkulus modern, dan keduanya memberikan kontribusi monolitik ke lapangan. Untuk memulai, Leibniz diberi kredit untuk memperkenalkan notasi standar modern, terutama tanda integral. Ia membuat kontribusi besar untuk bidang Topologi. Sedangkan sang jenius Isaac Newton, karena memiliki karya ilmiah besar Principia, menjadi aktor utama yang dipuji oleh sebagian besar orang sebagai penemu sebenarnya dari kalkulus. Meskipun demikian, apa yang dapat dikatakan adalah bahwa kedua pria tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar dan luas dengan caranya masing-masing.
7. Leonardo Pisano Blgollo
ahli matematika
Blgollo, juga dikenal sebagai Leonardo Fibonacci, adalah mungkin salah satu ilmuwan matematika terbesar dari abad pertengahan. Hidup dari tahun 1170 hingga 1250, ia paling diingat karena memperkenalkan Seri Fibonacci ke dunia barat. Fibonacci ini juga kemudian memberikan kontribusi besar terhadap pengenalan sistem penomoran Arab. Sesuatu dimana ia sering dilupakan.
Setelah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Afrika Utara dimana ia belajar sistem penomoran Arab, ia menyadari bahwa sistem tersebut jauh lebih sederhana dan lebih efisien dibanding angka Romawi besar, sehingga ia kemudian memutuskan melakukan perjalanan ke dunia Arab untuk belajar dari ilmuwan matematika terkemuka disana. Setelah kembali ke Italia pada 1202, ia menerbitkan bukunya Liber Abaci, dimana angka Arab diperkenalkan dan diterapkan pada banyak situasi dunia serta lebih dianjurkan penggunaannya. Sebagai hasilnya, sistem ini secara bertahap diadopsi dan hari ini ia dianggap sebagai pemeran utama dalam pengembangan matematika modern.
6. Alan Turing
ahli matematika
Ahli komputer dan kriptanalis Alan Turing dianggap oleh kebanyakan orang sebagai salah salah satu pemikir terbesar dari abad ke-20. Setelah bekerja dalam Sekolah Kode dan Sandi milik Pemerintah Inggris selama perang dunia kedua, ia membuat penemuan penting dengan menciptakan metode pemecah kode yang akhirnya akan membantu dalam memecahkan kode Enkripsi Enigma milik Jerman. Tidak diragukan lagi, buah karyanya mempengaruhi hasil dari perang, atau setidaknya dalam skala waktu.
Sebelum perang, ia muncul dengan ide mesin hitung, dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan komputer sejati yang pertama. Setelah perang berakhir, ia menghabiskan waktunya dalam bidang komputerisasi. Ia menulis berbagai makalah cemerlang tentang masalah komputerisasi yang masih relevan hingga saat ini, terutama pada Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), di mana ia mengembangkan tes Turing yang masih digunakan untuk mengevaluasi ‘intelijen’ sebuah komputer. Hebatnya, ia memulai pada tahun 1948 pada program catur komputer untuk mesin yang belum ada saat itu. Dia akan memainkan ‘bagian’ dari mesin dalam pengujian program tersebut.
5. René Descartes
ahli matematika
Ahli matematika, fisika dan seorang filsuf Perancis, Rene Descartes terkenal karena filosofi ‘Cogito Ergo Sum’ – nya. Meskipun demikian, warga negara Prancis, yang hidup antara 1596-1650 ini, membuat terobosan di bidang matematika. Di samping Newton dan Leibniz, Descartes membantu memberikan dasar-dasar kalkulus modern (yang dikembangkan oleh Newton dan Leibniz kemudian), yang dengan sendirinya memiliki pengaruh besar pada kehidupan modern saat ini. Selain itu, dan mungkin yang lebih akrab di kalangan masyarakat umum, adalah pengembangan tentang Cartesian Geometri, atau akrab disebut grafik standar (garis grid Square, sumbu x dan y, dll.) dan penggunaan aljabar untuk menggambarkan berbagai lokasi pada grafik. Sebelumnya, perhitungan geometri menggunakan kertas biasa (bisa juga bahan lain atau bidang permukaan) untuk menampilkan bentuk mereka. Jarak tersebut harus diukur secara harfiah, atau skala . Dengan diperkenalkannya Cartesian Geometri, hal ini berubah secara dramatis, poin sekarang dapat dinyatakan sebagai titik pada grafik, dan dengan demikian, grafik dapat ditarik ke skala apapun, serta titik-titik ini tidak perlu berbentuk nomor. Kontribusinya yang terakhir adalah pengenalan tentang superscripts dalam aljabar untuk mengekspresikan kekuatan. Dan dengan demikian, seperti orang-orang dalam daftar ini, memberikan kontribusi terhadap pengembangan notasi matematika modern.
4. Euclid
ahli matematika
Tinggal di sekitar 300SM, ia dianggap sebagai Bapak Geometri dan karyanya magnum opus: Elements, adalah salah satu karya terbesar dalam sejarah matematika dan di digunakan dalam bidang pendidikan sampai abad ke-20. Sayangnya, sangat sedikit yang diketahui tentang hidupnya, dan apa yang ada saat ini ditulis lama setelah kematiannya. Meskipun demikian, Euclid dikreditkan sehubungan dengan teori dan dugaan yang disertai bukti logis dan detil. Kerangka kerja tersebut masih digunakan sampai hari ini, dan dengan demikian, bisa dikatakan, ia memiliki pengaruh terbesar dari semua ahli matematika dalam daftar ini. Di samping Elements, lima karya yang masih bertahan lainnya, secara umum memiliki topik Geometri atau teori Nomor. Ada juga lima karya lain yang sayangnya, telah hilang sepanjang sejarah.
3. G. F. Bernhard Riemann
ahli matematika
Bernhard Riemann, lahir dari keluarga miskin pada tahun 1826, dan kelak menjadi salah satu ahli matematika terkemuka dunia di abad ke-19. Daftar orang-orang yang memiliki kontribusi untuk geometri sangatlah banyak, namun ia memiliki berbagai teori yang melambungkan namanya, yaitu: Riemannian Geometry, Riemannian Surfaces, Riemann Integral dan yang membuatnya terkenal adalah Riemann Hypothesis yang tingkat kesulitannya melegenda, dimana mendeskripsikan sebuah masalah yang sangat kompleks pada masalah distribusi bilangan prima. Diabaikan selama 50 tahun pertama sejak kemunculannya, mengingat hanya sedikit ahli matematika lain yang benar-benar memahami hasil karyanya pada waktu itu, hipotesanya kemudian dengan cepat bangkit menjadi salah satu pertanyaan terbuka terbesar dalam ilmu pengetahuan modern, membuat bingung bahkan matematikawan terbesar. Meskipun kemajuan telah dibuat, namun pergerakannya sangat lambat. Hadiah sebesar $ 1 juta telah ditawarkan dari Institut Matematika Clay untuk pembuktiannya berikut hampir pasti akan menerima Hadiah Nobel matematika. Dampak dari pembuktian diduga akan menjadi besar: sistem enkripsi Mayor dianggap akan ditembus dengan bukti tersebut, dan semua yang bergantung pada mereka akan runtuh. Selain ini, bukti hipotesis diharapkan dapat menciptakan ‘matematika baru’. Tampaknya, bahkan dalam kematian, hasil kerja Riemann mungkin masih membuka jalan bagi kontribusi baru di bidang matematika seperti yang ia lakukan dalam hidup.
2. Carl Friedrich Gauss
ahli matematika
Gauss sang Anak ajaib, berjuluk ‘Pangeran Matematika’, membuat penemuan besar pertamanya ketika ia masih remaja, dan menulis Disquisitiones Arithmeticae yang luar biasa, magnum opus-nya, pada saat ia berusia 21 tahun. Banyak yang telah mengetahui bahwa Gauss memiliki kemampuan mental yang luar biasa. Pejabat pemerintahan setempat mengenali bakatnya dan mengirimnya ke Collegium Carolinum sebelum ia berangkat ke Gottingen (pada saat itu merupakan universitas matematika paling bergengsi di dunia, dengan para mahasiswanya merupakan terbaik dari yang terbaik). Setelah lulus pada tahun 1798 (pada usia 22 tahun), ia mulai membuat beberapa kontribusi penting di bidang matematika, terutama teori nomor. Dia melanjutkan untuk membuktikan teori dasar aljabar, dan memperkenalkan gravitasi konstan Gaussian dalam fisika, serta banyak lagi – semua ini dihasilkan sebelum dia berusia 24 tahun! Ia terus melanjutkan pekerjaannya sampai kematian menjemputnya pada usia 77, dimana ia telah membuat kemajuan besar di bidang matematika dan hasil karyanya menggema dari waktu ke waktu.
1. Leonhard Euler
ahli matematika
Jika Gauss adalah Pangeran, Euler adalah Raja. Hidup tahun 1707-1783, ia dianggap sebagai ahli matematika terhebat yang pernah berjalan di planet ini. Dalam kehidupannya ia adalah pembuat terobosan dan setara dengan Einstein dalam hal kejeniusan. Kontribusi utamanya adalah dengan pengenalan notasi matematika termasuk konsep fungsi (dan bagaimana hal itu ditulis sebagai f (x)), singkatan fungsi trigonometri, ‘e’ untuk dasar logaritma natural (The Euler Constant), huruf Yunani Sigma untuk penjumlahan dan huruf ‘/ i’ untuk unit imajiner, serta simbol pi untuk rasio dari lingkar lingkaran dengan diameternya. Semuanya memainkan peranan besar pada matematika modern, dari penggunaan sehari-hari sampai perhitungan yang sangat kompleks.
Selain itu, ia juga memecahkan masalah Tujuh Jembatan Koenigsberg dalam teori graph, menemukan Karakteristik Euler untuk menghubungkan jumlah simpul, tepi dan wajah obyek, dan membuktikan balik banyak teori terkenal, serta temuan-temuan lain yang terlalu banyak untuk dituliskan dalam daftar ini. Selain itu, ia terus mengembangkan kalkulus, topologi, teori bilangan, analisis dan teori grafik serta masih banyak lagi – dan akhirnya ia membuka jalan bagi matematika modern dan semua rahasianya. Hal ini memungkinkan industri dan perkembangan teknologi meningkat pesat hingga saat ini.

Pria Bunuh 49 Wanita dan Dagingnya Dibagikan ke Kerabat

Cerita Keji Peternak Babi asal Kanada yang Membunuh 49 Wanita

Menghilangkan nyawa seorang manusia merupakan tindakan yang kejam dan dikecam banyak orang. Lalu bagaimana dengan kasus pembunuhan yang sampai menghilangkan 49 nyawa manusia?
Peternak babi asal Kanada ini sempat menghebohkan media karena kasus pembunuhannya terhadap 49 wanita pada tahun 2002.

Tindakan pembunuhan yang ia lakukan dan direncanakannya sendiri tanpa bantuan siapapun. Tak hanya menghilangkan nyawa mereka, Robert Pickton juga punya cara terbilang sangat sadis untuk membuang jasad korbannya.
Seusai membunuh, pria ini menaruh tubuh korban ke dalam penggiling daging. Setelah itu daging korban Pickton akan dicampurkan ke makanan ternak babi miliknya. Kadangkala, Pickton akan mencampurkan daging milik korbannya bersama daging babi sebelum ia jual.
Parahnya, daging itu juga kerap ia berikan kepada sanak saudara dan kerabat, teman-temannya, serta polisi lokal.
Kebanyakan korban Pickton merupakan wanita pecandu narkoba serta para pekerja seks. Biasanya ia pergi ke distrik Red Light di Vancouver untuk mengajak para korban agar pergi ikut bersamanya ke peternakannya.
Pickton akan tidur bersama korbannya, kemudian rencana yang kerap ia lakukan yakni menyekap mereka, menyiksanya, hingga akhirnya membunuh mereka dengan berbagai cara yang terbilang kejam.
Bahkan setelah ia menghilangkan nyawa korbannya, Pickton dengan sadisnya membuang jasad korbannya melalui cara yang tak diduga. Meski begitu, tindakannya dalam mengolah dan membuang mayat dianggapnya sebagai cara yang efektif agar polisi tak menemukan bukti apapun terhadap kasus pembunuhanyang telah dilakukannya.

Akhirnya Tertangkap

Sebelumnya, pernah ada laporan polisi di tahun 1997 ketika salah seorang wanita ditemukan dalam keadaan selamat dengan tubuh berdarah-darah dan telanjang. Wanita itu diklaim sebagai salah satu korban dari Pickton. Beruntungnya, ia bisa melarikan diri walaupun dalam keadaan seperti itu.
Sayangnya, polisi menganggapnya sebagai saksi yang tak dapat diandalkan sehingga tak dapat menuntut Pickton ke penjara.
Sebenarnya desas-desus aneh tentang kegiatan di peternakan babi Pickton telah lama berbedar di masyarkat sekitar. Namun, polisi sangat lengah dengan hanya menyebutnya sebagai gosip belaka. Apalagi para polisi lokal juga kerap membeli daging dari peternakan babi milik Pickton.
Pickton tak akan ditangkap polisi, jika saja inhaler milik salah satu korbannya tidak ditemukan. Insiden penangkapan itu terjadi ketika penyelidik tengah menggerebek peternakan babi milk Pickton saat mencari selundupan senjata gelap.
Baru saat itulah, Pickton berhasil diringkus polisi pada Februari 2002. Walaupun sudah ditahan, Pickton menolak untuk memberikan keterangan apapun kepada pihak polisi.
Walaupun pembunuh itu punya cara yang picik untuk menyembunyikan tindakannya, polisi tak kehilangan akal begitu saja. Oleh karena itu, mereka menaruh tahanan lain di selnya agar membuatnya bicara.
Padahal teman satu sel Pickton merupakan polisi yang sedang menyamar. Tak disangka, cara itu ampuh membuat pembunuh itu buka mulut tentang tindakan kejahatan yang telah ia lakukan.
"Aku mengisi jarum suntik dengan cairan anti beku, dan aku menyuntikan barang tersebut ke dalam tubuh. Hal itu bisa membuatmu mati dalam lima sampai dengan sepuluh menit," kata Pickton saat mengakui perbuatannya kepada polisi yang menyamar, melansir Washington Post, Sabtu (3/2/2018).
Cara lainnya untuk menyiksa korbannya, Pickton akan memborgol tangan korban dan menusuknya menggunakan pisau hingga tewas.
Setelah penangkapan Pickton, polisi akhirnya menggeledah peternakannya dan menemukan bukti DNA dari 26 wanita yang hilang sejak bertahun-tahun lalu.

Sudah dicurigai sejak lama

Kecurigaan banyak orang sekitar sebenarnya sudah mulai muncul. Tapi di antara mereka tak ada orang yang menyelidiki lebih lanjut tentang Pickton dengan sifatnya yang menyendiri dengan peternakannya.
Seorang polisi pernah menyelidiki tentang wanita-wanita yang hilang. Mereka merasa frustrasi karena sejumlah wanita yang hilang, tak pernah ditemukan jejaknya hingga jasad mereka sekalipun. Setelah laporan tetang wanita yang berhasil melarikan diri di tahun 1997, beberapa penyidik mempunyai titik terang.
Wanita itu sempat memberi kesaksian dengan adanya penggiling daging, yang kerap digunakan oleh Pickton dalam mengelola peternakannya. Dari situ mulai kecurigaan terhadap Pickton. Sayangnya, pihak polisi lainnya amat lambat untuk memproses penangkapannya.
Meskipun sudah ditahan, pria itu terus membual dnegan kesal tentang pembunuhannya. Pickton justru merasa kesal karena menghilangkan kesempatannya untuk membunuh satu orang lagi, hingga mencapi 50 orang.
Pria itu juga masih membuat ulah dengan menerbitkan buku yang ia tulis saat mendekam di penjara pada tahun 2006. Sambil menyelundupkan tulisannya sebagai alkitab, Pickton membela diri melalui buku tersebut bahwa seseorang menjebaknya dan menyalahkan pihak penyidik atas penemuan lebih dari 20 DNA wanita dalam pakaiannya.
Para keluarga korban merasa geram meminta kepada pihak penerbit untuk menghentikan percetakannya. Setelah itu, cerita kekejian dari Pickon diangkat ke dalam sebuah film dokumenter dengan judul Voice of a Serial Killer yang dimuat oleh CBS.