5 Penembak Jitu ini Paling Mematikan Dalam Sejarah

1. Simo Hayha, Korban: 505 Orang

Dijuluki White Dead, pria ini adalah sniper terbaik di dunia. Sekitar 505 orang mati dalam bidikannya dan 200an lagi dengan senjata rifle non sniper. Simo Hayha adalah tentara kelahiran Finlandia yang awalnya hanyalah seorang petani biasanya. Namanya mulai dikenal ketika ia tergabung di angkatan ketentaraan Finlandia ketika negara ini diintervensi Rusia pada tahun 1939.
Hanya berbekal senapan berspesifikasi rendah, si White Dead ini sudah membunuh 500 orang lebih [Image Source]
Hanya berbekal senapan berspesifikasi rendah, si White Dead ini sudah membunuh 500 orang lebih [Image Source]
Ketika perang pecah, Hayha dikatakan menjadi monster yang sangat ditakuti Rusia. Berbekal insting gila dan kemampuan kamuflase tingkat tinggi, ia berhasil membunuhi banyak sekali tentara Rusia. Pencapaian menakjubkan ini terjadi hanya dalam kurun 100 hari saja. Keunikan Hayha dari sniper lain, ternyata ia tak menggunakan teropong bidik. Pria ini hanya menggunakan alat bantu yang ada di moncong senjata dan selebihnya mengandalkan insting. Hayha sendiri meninggal pada tahun 2000an gara-gara usia lanjut, bukan karena peluru yang nyasar ke kepalanya.

2. Francis Pegahmagabow, Korban: 378 Orang

Kiprah Kanada dalam perang mungkin hampir jarang sekali kita dengar, walaupun negara tetangga Amerika Serikat ini pernah mencetak prestasi luar biasa. Uniknya lagi, pencapaian hebat tersebut gara-gara seorang penembak jitu bernama Francis Pegahmagabow.
Sayangnya, meskipun sangat hebat Francis kurang begitu diapresiasi [Image Source]
Sayangnya, meskipun sangat hebat Francis kurang begitu diapresiasi [Image Source]
Menurut buku sejarah, Francis adalah salah satu sniper paling mematikan di dunia. Kala itu ketika Kanada terlibat bentrok dalam Perang Dunia I, ia sukses membantai sekitar 378 orang. Nekat tapi penuh dengan perhitungan, adalah hal yang paling melekat di diri Francis saat bertugas. Selain sebagai seorang sniper ia adalah pembawa surat dan juga penyedia amunisi bagi pasukan. Uniknya, hal tersebut seringkali dilakukannya saat terjadi baku tembak. Meskipun sangat hebat, namun tercatat dua kali pria ini terluka serius. Hingga akhir hayatnya, sudah dua kali ia menerima penghargaan militer. Mirisnya, konon Francis tak lagi dihargai ketika perang ini selesai. Ia pun memutuskan untuk kembali ke kampungnya di pelosok terpencil Kanada untuk melanjutkan sisa hidup.

3. Lyudmila Pavlichenko, Korban: 309 Orang

Kalau wanita sudah serius, ia bakal mampu melampaui para pria. Pasti pernah dengar ungkapan ini, kan? Anggapan tersebut memang tidak salah, bahkan untuk urusan yang sangat lelaki seperti menembak musuh dalam medan perang. Bukti paling nyata adalah wanita bernama Lyudmila Pavlichenko yang konon sudah membunuh sekitar 309 orang. Capaian yang tentunya akan sangat susah dilampaui pria mana pun.
Wanita zaman dulu sama memang sama sekali tak boleh diremehkan [Image Source]
Wanita zaman dulu sama memang sama sekali tak boleh diremehkan [Image Source]
Lyudmila awalnya tergabung dalam angkatan pertama pasukan penembak jitu wanita Uni Soviet. Statusnya sendiri adalah pasukan suka rela, artinya sebenarnya tidak terlalu diperhitungkan. Pertempuran pertamanya adalah perang Belyayevka dan saat itu ia berhasil membunuh sekitar 187 orang. Perang selanjutnya yang bisa dibilang sangat greget adalah ketika pertempuran melawan Nazi di Sevastopol. Kala itu Lyudmila berhasil membantai sekitar 257 orang. Uniknya 36 di antaranya adalah sniper laki-laki. Perempuan mengerikan!

4. Vasily Zaytsev, Korban: 242 Orang

Rusia memang sarangnya para sniper handal. Setelah Lyudmila Pavlichenko, ada lagi satu sosok sniper dengan pencapaian luar biasa. Si penembak jitu ini bernama Vasily Zaytsev. Pria ini tercatat hanya mengikut pertempuran sekali saja yakni pada tahun 1943 ketika melawan Nazi. Bertempat di Stalingrad, Vasily berhasil membunuh sekitar 242 pasukan Hitler tersebut.
Usai membunuh 242 orang, Vasily kemudian melatih para sniper muda yang berhasil membunuh sekitar 3000an orang [Image Source]
Usai membunuh 242 orang, Vasily kemudian melatih para sniper muda yang berhasil membunuh sekitar 3000an orang [Image Source]
Meskipun jumlah korbannya sendiri sudah sangat banyak, namun raihan terbaik Vasily justru ketika ia tidak lagi berperang. Diceritakan jika selepas perangnya yang pertama, Vasily kemudian direkrut sebagai instruktur penembak jitu Rusia. Menurut kabar, sekitar 3000an Nazi berhasil dibunuh oleh anak didik Vasily. Mungkin jika pencapaian tak langsung seperti ini diperhitungkan, mungkin namanya lah yang akan menempati posisi pertama.

5. Chris Kyle, Korban: 160 Orang

Nama ini mungkin tidak asing khususnya bagi penggemar film aksi. Yup, Chris Kyle yang dimaksud adalah si American Sniper, penembak jitu paling mematikan yang pernah dimiliki oleh Amerika Serikat. Semasa aktifnya, Kyle terlibat dalam berbagai perang termasuk di Irak dan sudah sekitar 160 orang mati dalam bidikannya. Dalam karirnya Kyle juga sudah mendapatkan banyak sekali penghargaan, termasuk 2 bintang perak dan 5 perunggu.
Kisah hisup Chris sangat dramatis. Begitu pula dengan kematiannya [Image Source]
Kisah hisup Chris sangat dramatis. Begitu pula dengan kematiannya [Image Source]
Selepas perang, ia mengabdikan dirinya sebagai sukarelawan yang bertugas untuk mengobati para mantan marinir yang mengalami trauma. Hidupnya memang penuh tantangan dan sepertinya akan berakhir dengan damai. Namun sayangnya pada tahun 2009 lalu ia mati terbunuh oleh peluru yang dilepaskan oleh Eddie Ray Routh yang juga mantan marinir kenalan dekatnya.
 
 
 http://boombastis.com/2015/09/19/penembak-jitu-mematikan/

1 komentar:

  • Unknown says:
    7 Oktober 2016 05.25

    Snipers is a term used in the military field. A sniper trained to shoot and accurately by using a specific type of rifle
    suksestoto<br

Posting Komentar