10 Ahli Ekonomi Terhebat di Dunia Saat ini

Berikut 10 Ahli Ekonomi Terhebat di Dunia Saat ini. Orang tersebut dinilai berpengaruh besar terhadap pemikiran dunia bisnis dan ekonomi dunia. Tak heran pemikiran dan ide-ide para ekonom top dunia ini menjadi rujukan bagi para pebisnis dan eksekutif korporasi multinasional.

Pemilihan para ekonom ini didasarkan pada 10 kriteria yaitu keaslian ide, dampak dari ide, presentasi ide, cara mengkomunikasikan ide, loyalitas para pengiku,. indra bisnis, popularitas di tingkat internasional, penelitian reguler, akses hasil riset, dan faktor kepakaran.


Untuk menentukan tingkat kepakaran para ekonom ini, Thinker50 menggelar survei dan voting secara online serta masukan dari para panelis.


Berikut adalah 10 ekonom teratas yang dianggap memiliki tingkat kepakaran terbaik dan sering dijadikan rujukan pada eksekutif:

 10. Malcolm Gladwell



Penulis pemenang penghargaan New Yorker ini masuk dalam jajaran ekonom paling berpengaruh sejak tahun 2005 setelah menerbitkan buku The Tipping Point. Malcolm Gladwell menuliskan mengenai bagaimana sesuatu hal yang sangat kecil bisa membuat perbedaan yang sangat besar.


Gladwell juga menghasilkan buku berjudul Blink yang bercerita mengenai bagaimana keputusan dan persepsi sepersekian detik bisa mempengaruhi cara pandang manusia lewat sebuah fenomena bernama thin slicing (irisan tipis).


Satu lagi karya Gladwell adalah Ouliers yang menjadi buku terlaris. Buku ini mendiskusikan mengenai bagimana sekelompok orang bisa berhasil dan kelompok lainnya tidak.


9. Don Tapscott




Thinker50 menilai Don Tapscott sebagai salah satu penulis terdepan dalam hal inovasi, media, globalisasi dan dampak ekonomi dan sosial dari teknologi terhadap bisnis dan masyarakat.


Salah satu karya Tapscott, The Digital Economy yang terbit tahun 1995 mengupas mengenai bagaimana sebuah internet bisa mengubah cara berbisnis. Dia juga membuat buku Paradigm Shift dan buku-buku manajemen lain seperti Growing Up Digital, The Naked Corporation and Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything.


Buku terakhir ini pernah menjadi rujukan pelajaran manajemen terbaik di Amerika Serikat pada tahun 2007


8. Marcus Buckingham




Kalangan yang pernah menggunakan alat penilai personal, Strengths Finder patut berterima kasih pada Markus Buckingham. Dia menulis buku Now, DiscoverYour Strengths and First, Break All the Rules: What the World's Greatest Managers Do Differently, dan buku kepribadian lainnya.


Buckingham dianggap membuat revolusi dalam hal meningkatkan kekuatan diri dan berusaha untuk tidak menjadi orang lain. Buku terakhir yang dihasilkannya adalah Stand Out


7. Marshall Goldsmith




Pria ini menciptakan teknik 360 derajat feedback yang membantu perusahaan dan tim untuk lebih transparan dan terutama menjadi lebih efektif.


Goldsmith juga menghasilkan sejumlah karya termasuk The Leader of the Future and MOJO: How to Get It, How to Keep It, and How to Get It Back If You Lose It.


Saat ini, Goldsmith merupakan executive coach dari Marshall Goldsmith Group dan mengajak sejumlah sekolah bisnis ternama di dunia termasuk The Tuck School of Business di Dartmouth, Hanouver, Amerika Serikat.


6. Roger Martin




Roger Martin terkenal dengan karyanya, The Opposable Mind: How Successful Leaders Win Through Integrative Thinking. Buku ini menguraikan mengenai cara berpikir integral yang bisa menyelesaikan masalah kompleks.


Dia juga membantu perusahaan yang tengah fokus mendesain bisnisnya dalam buku The Design of Business. Martin juga membandingkan kondisi rill dan harapan pasar yang menyebabkan krisis keuangan tahun 2008 lewat buku Fixing the Game: Bubbles, Crashes and What Capitalism can Learn from the NFL


Saat ini, Martin merupakan dekan dari Rotman School of Management di Universitas Toronto, Kanada.


5. Michael Porter




Profesor bisnis dari Universitas Harvard dan salah satu pendiri Monitor Group, Michael Porter dinilai sebagai Bapak Strategi Korporasi Modern.


Artikelnya berjudul, How Competitive Forces Shape Strategy yang terbit Maret/April 1979 memperkenalkan lima model analisa posisi daya saing industri. Karya bukunya berjudul Competitive Strategy juga semakin laris dan sudah memasuki proses cetak yang ke-63 kali.


Karya-karya lainnya adalah The Competitive Advantage of Nations (1990) dilanjutkan buku Diamond Framework for National Competitive Advantage yang bercerita mengenai perangkat untuk membantu menjelaskan mengapa sebuah negara bisa memiliki daya saing lebih baik dibandingkan yang lain.


4. Jim Collins




Jim Collins membuat karya buku bisnis klasik, Good to Great dilanjutkan dengan Great by Choice. Dia juga mendirikan laboratorium manajemen di Boulder dan mengajar di Stanford Business Scholl untuk beberapa tahun.


Collins juga mengarang buku How the Mighty Fall: And Why Some Companies Never Give In yang berisi lima tahapan kejatuhan perusahaan.


3. Vijay Govindarajan




Pria ini merupakan ahlinya strategi dan inovasi. Dia mengajar di sekolah bisnis Tcuk School of Bisnis di Dartmouth. Namun tahun 2008 dia berhenti dan menjadi Professor in Residence and Chief Innovation Consultant pertama perusahaan General Electric.


Bersama Jeff Immelt dia membuat sebuah artikel How GE is Disrupting Itself yang berfokus pada konserp inovasi terbalik.


Buku karya Govindrajan yang lain adalah Ten Rules for Strategic Innovators dan The Other Side of Innovation, yang berbicara mengenai fokus mengubah ide inovasi menjadi bisnis komersial.


2. W Chan Kim dan Renee Mauborgne




Kedua ahli ekonomi ini merupakan profesor strategi dan manajemen dari INSEAD dan wakil direktur dari INSEAD Blue Ocean Strategy Institute di Fontainebleau, Prancis.


Mereka adalah para penulis buku bisnis terlaris berjudul Blue Ocean Strategy. Tesis para ahli ekonomi ini dianggap paling penting bagi kebanyakan perusahaan di tengah kompetisi industri yang makin padat.


1. Clayton Christensen




Buku Christensen berjudul The Innovator's Dilemma merupakan salah satu buku yang wajib dimiliki oleh para entrepreneur.


Christensen saat ini menjadi pengajar di Harvard Business School dan mendirikan perusahaan konsultan Innosight dan lembaga nonprofit Innosight Institute. Lewat lembaga ini, dia membantu mengatasi masalah sosial yang terkait dengan pendidikan dan pelayanan kesehatan.


Christensen juga telah menjadi penasihat untuk sejumlah korporasi besar dunia. Perusahaan ini berhasil memperoleh pendapatan hingga puluhan miliar dolar AS dari produk dan inovasi yang terinspirasi dari karya Christensen.


 http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=14376224

0 komentar:

Posting Komentar