Li Hongfang : Saya hanya sakit, bukan monster

Saya hanya sakit, bukan monster.’ Kata-kata itu sering diucapkan seorang wanita yang mukanya rusak karena ada 7 tumor langka yang menggerogoti wajahnya sejak 10 tahun yang lalu.
Li Hongfang (40 tahun), ibu dua anak asal China ini sudah lama tak bersosialisasi dan muncul di depan umum. Kondisi tumor langka menyebabkan wajahnya perlahan membengkak dan malu bertemu orang karena banyak yang menganggapnya monster.
http://images.detik.com/albums/detikhealth/2009/07/content/li-dailymail.jpg
Dia didiagnosis dengan Chordoma, yaitu bentuk kanker tulang yang menyebabkan jaringan tumbuh membesar. Sejak terdiagnosis, Hongfang belum mendapatkan perawatan medis karena ia tidak punya cukup uang.
Masalahnya dimulai pada tahun 2001, ketika ia melihat sebuah pembengkakan kecil di dahi yang awalnya diabaikan karena memang tidak terasa sakit. Kondisinya baru didiagnosis 4 tahun kemudian dan dokter mengatakan ada 7 tumor yang tumbuh di wajahnya.
Sayangnya dia belum mampu membayar tagihan medis sebesar 600.000 yuan atau sekitar Rp 887,6 juta, sementara tumornya terus tumbuh dan membesar.
“Saya tahu banyak orang yang melihat saya sebagai monster, tapi saya hanya seorang wanita normal dan seorang ibu,” jelas Li Hongfang, seperti dilansir Dailymail,Selasa (12/6/2012).
Ketika didiagnosis, Hongfang tinggal bersama suami dan dua anaknya di desa Tianchao, Qianxian county di barat provinsi Shaanxi, China. Meski tak punya banyak uang, keluarga kecil ini hidup dengan bahagia dan saling mencintai.
“Saya tidak berpikir apa-apa waktu itu. Saya pikir pembengkakan kecil di dahi hanyalah gigitan serangga. Ini bahkan tidak terasa gatal atau sakit, tetapi tidak juga hilang dan pada kenyatannya menjadi semakin besar dan lebih besar,” lanjutnya.
Chordoma merupakan jenis kanker tulang yang menyebabkan jaringan tumbuh membesar. Bagian tubuh yang paling umum ditumbuhi tumor ini adalah tengkorak dan di bagian bawah tulang belakang. Meski jarang, tumor ini bisa menurun dalam keluarga.
Meskipun angka global tidak tersedia, di AS kanker ini mempengaruhi sekitar satu dalam satu juta orang. Di negara barat, seorang penderita akan mengoperasi tumor sebelum diberikan terapi radiasi dosis tinggi.
Tetapi karena sistem kesehatan di China, Li Hongfang belum mampu membayar biaya perawatan yang tepat.

0 komentar:

Posting Komentar